Thursday, June 16, 2011

Seiko "Tuna" 6159-7010 600m

dikutip dari "A Journey In Time - the remarkable story of Seiko"


Sejarah jam diver Seiko bermula dari dirilisnya jam diver pertama buatan Jepang di tahun 1965, yaitu 6217-8000 (150m).

Diilhami oleh keberhasilan dilahirkannya 6217-8000, Seiko terpacu untuk mengembangkan teknik baru untuk menghasilkan jam diver dgn peningkatan dalam water resistance, kemudahan utk dilihat dan ketahanan terhadap guncangan. Hasilnya adalah Seiko berturut-turut melahirkan jam diver dgn rate 300m, yaitu 6215-7000 (thn 1967) dan 6159-7001 (thn 1968).

Dan pada tahun 1968 juga, Seiko menerima sebuah surat dari seorang penyelam profesional, yang pada akhirnya surat ini membidani lahirnya era baru jam diver Seiko. Di dalam surat tsb, diuraikan ttg keadaan ekstrim yang dihadapi penyelam profesional dan kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan pada jam tangan yang dipakai. Penyelam tsb menjelaskan bhw dia bekerja pada kedalaman pada 350 meter dgn menggunakan kapsul selam dan teknik saturation diving; dan pada saat penyelam naik ke permukaan dari kedalaman tsb, beberapa jam tangan yang dipakainya mengalami kerusakan. Selain itu, pada saat bekerja di dasar laut, jam tangan yg dipakai juga akan terbentur dengan karang.

Teknisi Seiko menyadari bahwa jam diver Seiko pada saat itu, memang tidak diciptakan untuk situasi yang digambarkan oleh penyelam profesional tsb. Hal ini menjadi tantangan baru bagi tim Seiko untuk menciptakan jam diver yang mampu bertahan dan tidak rusak pada saat naik ke permukaan setelah menjalani saturation diving.

Setelah bekerja keras selama 7 tahun, pada akhirnya Seiko mengeluarkan jam diver baru dgn rating 600 meter sebagai jawaban atas surat yang disebutkan di atas. Pada tahun 1975, Seiko merilis 6159-7010 (600 mtr) untuk pertama kalinya.
Tulisan "600" pada dial hanya terdapat pada 6159-7010 keluaran tahun 1975 dan untuk tahun 1976 dan selanjutnya, ditandai dengan "600m".


Dibandingkan dengan jam diver Seiko sebelumnya, ada 2 inovasi baru dari jam diver 6159-7010 ini, yaitu tambahan pelindung (shroud) dan desain strap. (akan dijelaskan di bagian berikutnya)

Seiko diver 6159-7010 ini terbuat dari titanium dan memiliki tambahan pelindung (shroud) yang ditautkan ke case dengan menggunakan 4 buah baut titanium. Shroud ini mempunyai fungsi untuk melindungi case dari benturan dengan karang atau benda keras lainnya. Dimensi dari jam ini ialah diameter 50,5 mm (termasuk shroud) dengan ketebalan 16,1 mm. Berat totalnya 92,6 gram (tdk termasuk strap) dan berat dari shroud ialah 14,1 gram.


Keempat buah sekrup ini terbuat dari titanium dan hand made. Setiap sekrup ini mempunyai bobot 0,15 gram.


Bezel insert dilapisi oleh acrylic sebagai tambahan perlindungan.

Crystal retainer (penahan kaca) berupa silinder yang ditautkan ke case dengan diputar searah jarum jam untuk mengencangkannya.

Untuk memudahkan melepas bezel dari case, ada bagian yang lebih cekung sebagai tempat utk menyelipkan pisau pembuka bezel.

Terdapat click ball pada posisi jam 12, di mana click ball tersebut ditahan oleh cincin tambahan.

Seiko juga memperhatikan aspek fungsional, di mana terdapat sedikit cekungan pada case sehingga cincin penahan click ball dapat dipasang dengan baik.


Dibandingkan dengan rubber strap pada jam diver Seiko sebelumnya (6217-8000, 6215-7000, 6159-7001, 6105-8xxx), terdapat perbedaan desain yang cukup menyolok pada rubber strap di 6159-7010. Strap 6159-7010 dibuat "bergelombang" (vent) secara horisontal.
Pada saat baju selam penyelam menyusut karena tekanan tinggi di kedalaman laut, proses "venting" memungkinkan strap untuk ikut "menyusut" dan tetap menekan baju selam, sehingga jam tangan tidak terlalu longgar.


Sunday, June 5, 2011

Seiko Landmaster 10th Anniversary SBDX009

Pada tahun 2002, Seiko mengeluarkan Landmaster SBDX007 dengan mesin automatic kaliber 8L35.



One piece case, titanium, diameter 43mm (tanpa crown) x panjang 50mm x ketebalan 14mm x lebar lug 20mm. Compass bezel dengan finishing polished and satin. Sapphire crystal glass.

Mesin automatis kaliber 8L35 mempunyai vibrasi 28,800 bph, 26 jewels, quickset date. Dilengkapi pula dengan fitur hacking dan kemampuan manual handwind. Power reserve sekitar 50 jam (dengan memutar crown sebanyak 40 kali) dan rentang akurasi +15 detik/hari hingga -10 detik/hari.

Dalam rangka memperingati 10 tahun dimulainya seri Landmaster, Seiko merilis seri Landmaster 10th Anniversary (SBDX009). Ada 4 perbedaan utama yang membedakan Landmaster 10th Anniversary (SBDX009) dari versi regular SBDX007, yaitu kemasan, desain dial & hands, DLC coating pada bezel dan jumlah produksi terbatas (500 unit).

Kemasan luar dari Landmaster SBDX009 dimulai dari kotak luar berwarna hitam, disusul dengan kotak berwarna perak dan dilengkapi dengan buklet khusus 10th Anniversary Landmaster. Buklet spesial ini menjabarkan sejarah dan perkembangan seri Landmaster sejak pertama kali dirilis di tahun 1993.

Selain itu, juga dibeberkan kolaborasi Seiko Landmaster dengan petualang-petualang kelahiran Jepang dalam penjelajahan mereka ke Kutub Utara/Selatan maupun pendakian puncak-puncak tertinggi di dunia.






Dial Landmaster SBDX009 menggambarkan sebagian dari globe dengan focus Sagarmatha (Mount Everest). Indeks dan jarum penunjuk waktu berwarna kuning emas. Compass bezel diberi lapisan DLC dan dapat digerakkan searah jarum jam maupun kebalikannya. Sapphire crystal dengan anti reflective coating di bagian dalam. Seperti pada seri Landmaster sebelumnya, SBDX009 juga dilengkapi dengan clasp extension yang memungkinkan jam tangan ini dikenakan pada saat menggunakan pakaian/sarung tangan tebal. Screw down crown.
















Friday, May 6, 2011

SOLD: SEIKO MarineMaster SBDX001 (New In Box condition)





One piece case, all solid stainless steel, dimension: 43mm width (excl crown) x 51mm lug-to-lug x 13mm thickness x 20mm lug width. The watch's weight with full link bracelet is 209 grams.


The MarineMaster SBDX001 is equipped with automatic movement caliber 8L35, 28,800 bph, 26 jewels, quickset date. It has hacking feature with manual handwind capability. Full power reserve is 50 hours (about 40 turns of the crown).

This watch is in brand new condition, complete box, manual instruction and warranty.


Friday, April 22, 2011

SOLD: SEIKO MarineMaster SBDX001 (New in Box)


One piece case, all solid stainless steel, dimension: 43mm width (excl crown) x 51mm lug-to-lug x 13mm thickness x 20mm lug width. The watch's weight with full link bracelet is 209 grams.

The MarineMaster SBDX001 is equipped with automatic movement caliber 8L35, 28,800 bph, 26 jewels, quickset date. It has hacking feature with manual handwind capability. Full power reserve is 50 hours (about 40 turns of the crown).

This watch is in brand new condition, complete box, manual instruction and warranty.

Saturday, April 9, 2011

Seiko Landmaster SBCW001

Sejarah kelahiran Seiko Landmaster SBCW001
(dikutip dari "A Journey in Time - The Remarkable Story Of Seiko)


Pada tahun 1994, setahun setelah lahirnya Landmaster edisi pertama, Mitsuro Ohba meminta Seiko membuatkannya sebuah Landmaster dengan spesifikasi khusus, yang akan digunakannya dalam perjalanan solonya yang pertama ke Kutub Utara. Ada 2 permintaan khusus dari Mitsuro kepada Seiko untuk pembuatan jam Landmaster yang diinginkannya ini, yang sekaligus menjadi tantangan bagi Seiko untuk mewujudkannya.

Permintaan pertamanya ialah bobot Landmaster yang lebih ringan, karena pada saat itu, jam Landmaster SBBW005 (steel case) yang tersedia, mempunyai bobot sekitar 140 gram. Perlu diketahui bahwa dalam kondisi cuaca ekstrim (badai salju, pendakian gunung ataupun di tengah gurun pasir), setiap gram beban dapat memberatkan perjalanan penjelajah, karena itu mereka hanya membawa bekal seringan mungkin yang penting dan diperlukan.

Permintaan kedua dari Mitsuro Ohba berkaitan dengan kondisi medan Kutub Utara. Beliau menjelaskan kepada Seiko bahwa lokasi Kutub Utara magnetic tidak berada persis di Kutub Utara, dengan demikian, semakin dekat kita dengan Kutub Utara, semakin tidak akurat petunjuk arah di kompas magnet tradisional. Oleh karena itu, Mitsuro akan menggunakan letak matahari sebagai panduan arahnya.

(Sebagai informasi tambahan, ada 4 jenis Kutub Utara, yaitu Magnetic North Pole, Geographic North Pold, Geomagnetic North Pole dan North Pole of Inaccessibility. Yang menjadi target penaklukan dari para penjelajah ialah Geographic North Pole, di mana dari titik ini, semua arah tujuan adalah menuju ke Selatan. Sedangkan Magnetic North Pole ialah posisi yang menjadi acuan kompas magnet tradisional dan posisinya tidak statis, bisa bergeser. Pada tahun 2003, posisi Magnetic North Pole ada di posisi 78 derajat Lintang Utara dan 104 derajat Bujur Barat (Ellef Ringness Island di Kanada, 1.000 mil di sebelah selatan Geographic North Pole). Pergerakan Magnetic North Pole dan tidak akuratnya kompas magnet tradisional inilah yang mempersulit navigasi dalam pencarian Geographic North Pole dan mendorong Mitsuro untuk meminta Seiko membuatkannya Landmaster khusus.

Seiko hanya mempunyai waktu 6 bulan untuk menyelesaikan jam Landmaster pesanan Mitsuro Ohba sebelum beliau memulai perjalanannya ke Kutub Utara. Tim Seiko di bawah pimpinan Ikuo Tokunaga segera bekerja; mereka membuat Landmaster berdasarkan dari desain Landmaster yang ada, dengan menggunakan bahan titanium murni dan mengaplikasikan metode Metal Injection Moulding (MIM) yang disempurnakan oleh Seiko.

Dan untuk menjawab kebutuhan khusus mengenai navigasi selama di Kutub Utara, Seiko menambahkan 1 jarum tambahan (24 hour indicator) dan menggunakan mesin kinetik caliber 5M45. Cara kerjanya ialah pemakai jam Landmaster ini mengarahkan jarum indikator 24 jam (24 hour hand) ke matahari dan angka 24 pada dial akan menunjukkan arah Utara. Sungguh jalan keluar yang sederhana tapi sangat jenius !

Seiko berhasil menyelesaikan Landmaster baru ini tepat pada waktunya dan disebut SBCW001, menggunakan mesin Kinetic caliber 5M45, dengan bobot 90 gram (vs 140 gram Landmaster SBBW005 stainless steel case). Mitsuro Ohba mengenakan jam ini dalam keempat eksplorasi solonya untuk menaklukkan Kutub Utara.

Kelahiran Landmaster SBCW001 ini juga merupakan salah satu pencapaian bersejarah (milestone) Seiko, di mana Landmaster SBCW001 merupakan jam pertama di dunia, yang one piece case-nya dibuat dari titanium murni dengan menggunakan teknologi Metal Injection Moulding (MIM), dilengkapi fitur jarum 24 hour dan mesin kinetik.

Sapphire crystal glass, compass bezel.
Screw down crown dan indikator power reserve.

Safety lock pada clasp.

Seperti pada Landmaster lainnya, caseback juga bisa dibuatkan inskripsi informasi pemiliknya, yaitu inisial nama, golongan darah, kebangsaan dan tanggal lahir.
Hobi jam tangan tidak hanya semata membeli dan mengumpulkan jam tangan ataupun berbagi cerita kepada teman, tetapi memberikan kesempatan kepada kita untuk mempelajari sejarah, kebudayaan dan pengetahuan lain. 

Monday, April 4, 2011

SEIKO Diver 6306-7001 (SOLD)


Beberapa fakta yang membedakan Seiko diver 6306-700x dari Seiko diver 6309-704x:
1. Seiko diver 6306-700x menggunakan mesin caliber 6306 (21 jewels) yg memiliki fitur hacking (jarum detik dapat berhenti pada saat crown ditarik sehingga memudahkan untuk mencocokkan waktu), sedangkan 6309-704x tdk hacking
2. Seiko diver 6306-700x memiliki day wheel dalam bahasa Jepang/Inggris
3. Seiko diver 6306-700x diproduksi dalam jangka waktu yg lebih pendek (1976 s/d 1981) dan hanya dipasarkan di Jepang





Seiko Diver 6306-7001 ini dalam keadaan istimewa dan dalam usianya yg sudah berusia hampir 33 tahun (produksi Agustus 1978), jam ini tetap berfungsi dengan baik. Bezel orisinil berfungsi dengan klik yang semestinya. Dial orisinil, lume pada jarum penunjuk waktu masih "menyala" dalam gelap, sedangkan lume pada hour marker sudah menguning dan tidak menyala lagi. Jarum penunjuk waktu (jam, menit, detik) orisinil Seiko. Hari & tanggal berfungsi dengan baik, disetel dengan crown pada posisi pertama. Hari menggunakan bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Kaca mineral dalam keadaan bersih tanpa goresan. Crown memiliki 2,5 x putaran.